Rabu, 08 Juli 2015

PAPUA BUKAN INDONESIA



Latar blakang Kebudayaan Papua.

“masyarakata papua secara fisik maupun social berbeda dari masyarakat Indonesia di daerah-daerah lain. Mayoritas orang Indonesia tergolong rumpun Melayu yang berasal dari Kamboja, maka secara fisik orang papua adalah rumpun Melanesia ras Negroid di pasifik. Demikian pula secara social orang papua merasa memiliki pandangan dan cara hidup tersendiri dengan yang sangat berbeda dari mayoritas Indonesia di lauar papua. Orang papua memiliki otoritas tersendiri yang bersifat khas dalam mengatur mengembangkan kebutuhan dan penyelesaian masalah berdasarkan hokum adat yang membebani hak dan kewajiban adat pada para indivudunya, sehingga sulit untuk bertemu dalam suatu Negara kesatuan, NKRI seperti sekarang ini”.
Dilihat dari latar belakang kebudayaan, orang papua adalah rumpun ras etnis Melanesia yang berada, hudup, berkarya di kawasan pasifik selatan. Kebudayaan, bahasa, ras, etnis pola hidup tidak sama dengan orang Indonesia yang merupakan ras dan etnis melayu. Dari letak geografis juga sangat jauh dari letak tempat tinggal orang-orang Indonesia.
Dr. gerge janus Aditjondro, mengakui, ”… Kita berbicara tentang suatu propinsi yang jauh dari pusat. Jauh, bukan saja dalam arti arafiah, yakni dalam arti geografis atau spatial, melainkan juga “jauh” dalam arti kultur. Artinya, kultur orang-orang yang nasibnya ditentukan oleh orang-orang di pusat itu sangat berbeda dengan kultur mereka yang menentukan nasib mereka. Ada cultural gap (jurang pemisah kultur) yang sangat besar antara para penentu dan mereka yang ditentukan nasibnya”.
Berdasarkan dengan ulasan sejarah perjalanan dan kebudayaan orang papua ini, seorang pemikir muda papua berasal dari papua pedalaman pernah berkomentar: “bahwa jika dilihat dari sejarah masa lalu bangsa papua yang demikian, orang papua selalu da terus-menerus bertanya dimana klaim indonesia bahwa NKRI adalah pemilik kebenaran atas wilayah papua. Ingatlah sebab sesuatu yang dibangun diatas dasar penipuan tidak akan pernah bertahan lama. Ingatlah apakah Uni Soviet Negara adikuasa yang memimpin Blok Timur itu bertahan hingga dewasa ini? Ataukah kita hanya mengenangnya bahwa uni soviet pernah jaya tapi kini tiada. Apakah kerjaan Romawi kuat itu bertahan hingga dewasa ini? Ataukah saat ini kita hanya mengenangnya bahwa kerajaan Romawi Kuno itu pernah ada dan berkuasa di bumi. Diatas tanah papua NKRI bukan harga mati karana sejarah telah membuktikannya dan juga yang abadi yang selamanya itu adalah milik Tuhan Allah”.
Pemikir dan intelektual mudah menambahkan, “bangsa yang besar adalah bangsa yang mengakui kesalaha masa lalunya dan memberikan dengan tulus dan ikhlas kepada yang disalahakan atau yang tertindas mengembalikan haknya-haknya, mengembalikan kehormatannya, mengembalikan wibawahnya, mengangkat harga dirinya maka bangsa yang besar itu setidaknya dapat memberikan setitik harapan denga  masa bangsanya tetapi juga kepada mereka yang menikmati kebebasan. Contohnya klasik diantara Indonesia dan Blanda, India dan Inggris, Panama dan USA, pilipina dan USA, Timor Leste dan Indonesia, PNG dan Australia.

Ya Ampun! Anak SD Ikut Pilkada di Yahukimo

Ya Ampun! Anak SD Ikut Pilkada di Yahukimo : KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Kabupaten Yahukimo...