Sabtu, 20 Juni 2015

AGAMAIS TETAPI OPPORTUNIS. Blakangan ini kita melihat semakin banyak orang menonjolkan religiusitasnya dalam kehidupan bermasyarakat. Caranya mulai dengan mengenakan pakaian denganh model atau warna tertentu, aksesoris berlambang religi, hingga selalu mengutip ayat-ayat kitab suci saat berbicara dengan orang lain. Kesan sekilas memang menunjukkan kalau orang seperti itu sangat religious, sehingga layak mendapat simpati dan kepercayaan. Namun pertanyaan penting, apakah orang yang kelihatan religius itu menjalani kehidupan yang saleh? Ternyata cenderung tidak. Fakat menunjukkan saat ini ada banyak orang menggunakan agama sebagai topeng untuk menutupi kebusukan hatinya. Orang-orang seperti inilah yang disebut Yakobus hanya pendengar bukan pelaku firman. Setiap orang boleh berusaha melakukan apa pun untuk mendapatkan kesan positif dari orang lain. Namun jangan pernah menggunakan agama sebagai topeng, karena cara demikian secara tidak langsung telah mempermainkan Tuhan. Orang yang demikian pasti dumurka Tuhan.

Ya Ampun! Anak SD Ikut Pilkada di Yahukimo

Ya Ampun! Anak SD Ikut Pilkada di Yahukimo : KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Kabupaten Yahukimo...